Tampilkan postingan dengan label Fishrep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fishrep. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2007

Pengenalan Hormon, Pengambilan dan Pengawetan Hipofisa

Laporan Praktikum

M.K. Fisiologi Reproduksi

5 Oktober 2007

Pengenalan Hormon, Pengambilan dan Pengawetan Hiofisa


Abstrak

Dalam Dunia Budidaya Perikanan keterdediaan benih memegang peranan yang sangat penting. Hipofisasi adalah proses penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa kepada ikan untuk merangsang kematangan gonad. Praktikum ini mengajarkan cara mengambil kelenjar hipofisa pada ikan Mas, Ikan Lele dan Ikan Patin.

Kata Kunci : Hipofisa, Hormon reproduksi


Pendahuluan

Dalam Dunia Budidaya Perikanan keterdediaan benih memegang peranan yang sangat penting. Di habitat aslinya ikan akan memijah jika mendapat rangsangan lingkungan yang tepat, sayangnya dalam lingkungan budidaya ransangat lingkungan itu sulit diwujudkan sehingga perlu diadakan rekayasa untuk memijahkan ikan. Hipofisasi adalah menyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa untuk merangsang ikan memijah.

Dalam praktikum ini diharapkan praktikan dapat mengambil kelenjar hipofisa yang terdapat dalam kepala ikan preparat.

Metodologi

Praktikum dilakukan pada hari kamis 27 September 2007 pukul 15.00-17.00 yang bertempat di laboratorium Genetik dan di halaman depan Teaching Farm, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Praktikum dilakukan dengan cara pembedahan langsung kepala ikan Mas, Ikan Lele, dan Ikan Patin.

1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)

Kepala Ikan mas dipotong mulai dari lubang hidungnya menggunakan pisau. Pomotongan mengikuti lekukan dagu ikan sehingga hasil potongannya dangkal dan tidak merusak otak. Setelah tulang kepala terbuka otak dikeluarkan menggunakan tusuk gigi atau alat bantu lainnya. Kelenjar Hipofisa akan terlihat tepat dibawah otak. Kelenjar ini berbentuk bulat kecil dengan warna putih. Prosedur berikutnya adalah kelenjar ini dikeluarkan dari kepala ikan menggunakan tusuk gigi.

2. Ikan Lele (Clarias batrachus)

Kepala Ikan Lele dipotong mulai dari mulutnya. Semua bagian mulut, insang dan aborensen organ dibuang hingga hanya menyisakan tulang tempurung kepalanya. Tulang yang melindungi rongga otak dikerok dari bagian dalam kepala hingga otaknya terlihat. Otak dikeluarkan dengan bantuan tusuk gigi. Prosedur terakhir adalah mengeluarkan kelenjar hipofisa dengan bantuan tusuk gigi. Kelenjar hipofisa memiliki bentuk bulat dan berwarna putih.

3. Ikan Patin (Pangasius pangasius)

Langkah Pertama adalah membuat luka sedikit diatas lubang hidung supaya kepala patin tidak licin dan sayatan bisa lebih terarah. Pemotongan dilakukan dari luka yang telah dibuat kearah sirip dorsal sampai otak terlihat. Otak dikeluarkan dengan bantuan tusuk gigi. Prosedur berikutnya adalah mengeluarkan kelenjar hipofisa dengan bantuan tusuk gigi. Kelenjar hipofisa memiliki bentuk bulat dan berwarna putih.

Hasil dan Pembahasan

1. Hormon

hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel.

sebagian besar hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbeda-beda. sisanya merupakan steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol.

hormon dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas.

hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. ikatan antara hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah fungsi sel. pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ secara keseluruhan:

hormon mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan, perkembangbiakan dan ciri-ciri seksual

hormon mempengaruhi cara tubuh dalam menggunakan dan menyimpan energi

hormon juga mengendalikan volume cairan dan kadar air dan garam di dalam darah.

beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang lainnya mempengaruhi seluruh tubuh.

misalnya, tsh dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar tiroid. sedangkan hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi hormon ini mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas dan mempengaruhi metabolisme gula, protein serta lemak di seluruh tubuh. (medicastore.com, 2007)

2. Enzim

Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.

Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah substrat, suhu, keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Di luar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. (wikipedia.org, 2007)

3. Hipofisa

Hipofisa adalah kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalam tulang sfenoid. Kelenjar hipofisa paling tidak menghasilkan tujuh hormon yaitu GH, ACTH, TSH, LTH, FSH, LH, ICSH, MSH. (budiyanto, 2002) Hipofisa terletak dibawah otak, jadi untuk mengambil kelenjar hipofisa langkah pertama yang harus diambil adalah mengeluarkan otak. Gambar otak dan hipofisa terlihat seperti gambar dibawah ini :

Ikan Lele (Clarias batrachus)

Ikan Patin (Pangasius pangasius)

Otak Lele

Otak Patin

Hipofisa Lele

Hipofisa Patin

4. Syarat Donor

Syarat indukan yang bisa diambil kelenjar hipofisanya adalah ikan jantan yang telah matang gonad. Perbandingan berat ikan jantan dengan ikan betina adalah 1,5 : 1 jadi ikan jantan seberat 1,5 Kg digunakan untuk hipofisasi induk betina yang memiliki berat 1 kg. Perbandingan diatas berguna jika donor dan penerima berasal dari satu spesies, jika menggunakan donor dari lain spesies maka dosisnya harus ditambah. Donor dari lain spesies disebut donor universal contohnya ikan mas, tetapi sebaiknya donor dan penerima tetap berasal dari satu famili.

5. Kelebihan dan Kekurangan Hipofisasi

Kelebihan dari hormon hipofisa adalah hormon ini bisa disimpan dalam waktu lama sampai dua tahun. Penggunaan hormon ini juga relatif mudah (hanya membutuhkan sedikit alat dan bahan), tidak membutuhkan refrigenerator dalam penyimpanan, dosis dapat diperkirakan berdasar berat tubuh donor dan resepien, adanya kemungkinan terdapat hormon hormon lain yang memiliki sifat sinergik.

Kekurangan dari teknik hipofisasi adalah adanya kemungkinan terjadi reaksi imunitas (penolakan) dari dalam tubuh ikan terutama jika donor hipofisa berasal dari ikan yang berbeda jenis, adanya kemungkinan penularan penyakit, adanya hormon hormon lain yang mungkin akan merubah atau malah menghilangkan pengaruh hormon gonadotropin.

6. Pengawetan Kelenjar Hipofisa

Ada dua metode yang biasa dilakukan dalam mengawetkan kelenjar hipofisa yaitu metode kering dan metode basah. Metode kering dilakukan dengan menggunakan larutan aseton. Kelenjar hipofisa direndam dalam larutan aseton selama 8-12 Jam, kemudian larutan aseton dibuang dan kelenjar hipofisa dikeringkan lalau disimpan. (Susanto, 2001)

Metode basah digunakan dengan larutan alkohol pekat. Kelenjar hipofisa dimasukan dalam larutan alkohol selama 24 jam. Dalam proses perendaman alkohol diganti selama 2-3 kali. Setelah 24 jam kelenjar hipofisa dibiarkan terendam larutan alkohol sampai akan digunakan. (susanto, 2001)

7. Hormon Reproduksi

GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon): diekresikan oleh hipotalamus untuk merangsang hipofisa mengeskresikan kelenjar FSH (Folikel Simulating Hormon) pada betina untuk mematangkan ovarium dan LH (Luitenizing Hormon) pada Jantan Gametogenesis yaitu memacu kematangan telur dan sperma

luteinizing hormone releasing hormone (LHRH) berfunsi untuk memunculkan sifat pariental care pada ikan. Hormon ini juga akan memacu kelenjar susu memproduksi air susu pada mamalia

Prolaktin merupakan polipeptida yang mengandung gugus tirosil hormon ini berfungsi sebagai pemicu pariental care

GTH adalah hormone gonadotropin fungsinya adalah merangsang ovulasi sel gamet.

GIH (gonad Inhibitting Hormone) merupakan hormon penghambat pematangan gonad yang diskresikan oleh kelenjar yang terdapat di tangkai mata krustacea.

GSH (Goanad Stimulating Hormone) akan bekerja jika kelenjar penghasil GIH diablasi. GSH berfungsi untuk merangsang vitelogenesis pada ovarium.

kelebihan
Daftar Pustaka

Anonimous.2007. http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=11&iddtl=761. [29 September 2007]

Anonimous. 2007. http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim . [29 September 2007]

Budiyanto. 2002. Pengaruh Penyuntikan Ekstraks Kelenjar Hipofisa Ikan Patin Terhadap Laju Pertumbuhan Harian Ikan Koi yang Dipelihara Dalam Sistem Resirkulasi. (Skripsi tidak dipublikasikan). Bogor: Program Studi Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikananan dan Ilmu Kelautan IPB

Susanto, H. 2001. Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis. Jakarta : Penebar Swadaya

Selasa, 11 Desember 2007

Pengenalan Ciri Kelamin Primer dan Sekunder

Laporan Praktikum

M.K. Fisiologi Reproduksi

Pengenalan Ciri Kelamin Primer dan Sekunder


Abstraksi

Peran reproduksi dalam dunia perikanan budidaya sangat vital karena merupakan pangkal dari semua proses produksi perikanan. Untuk syarat untuk mempelajari reproduksi ikan adalah kita harus mengerti cara membedakan ikan jantan dan ikan betina. Jenis Kelamin ikan bisa dibedakan berdasarkan ciri kelamin primer maupun ciri kelamin sekunder. Untuk itu diadakan praktikum yang menjelaskan perbedaan jenis kelamin melalui ciri kelamin primer dan sekunder terhadap berbagai jenis ikan. Ikan yang digunakan beraneka ragam karena ciri kelamin bersifat spesifik atau masing masing jenis memiliki ciri kelamin sendiri yang tidak sama dengan jenis ikan lain.

Kata Kunci : Ciri Kelamin Primer dan Ciri Kelamin Sekunder


Pendahuluan

Dalam dunia budidaya perikanan apapun komoditinya, pendalaman terhadap fisiologi dan reproduksi sangatlah penting. dengan memperlajari fisiologi dan reproduksi kita menjaga keberlanjutan usaha dengan penyediaan benih sebgai bahan baku usaha.

dengan mengenal ciri kelamin ikan maka kita akan bisa membedakan antara ikan jantan dan ikan betina. Ilmu ini merupakan dasar jika kita akan memeijahkan ikan untuk menghasilkan benih sebgai bahan baku usaha perikanan budidaya.

Kelamin ikan bisa dibedakan berdasarkan beberapa parameter seperti ciri :

Ciri Kelamin Primer adalah ciri yang berhubungan langsung dengan reproduksi. Organ yang berhubungan langsung dengan ciri ini adlaha gonat dan salurannya. Gonad pada betina adalah ovarium dan salurannya sedangkan pada jantan gonadnya disebut testis dan vas de fern.

Ciri kelamin sekunder adalah ciri yang tidak berhubungan langsung dengan reproduksi tetapi bisa digunakan untuk membedakan antara jantan dengan betina. Ciri sekunder sering dikelompokan sebagai ciri sekunder dimorfisme dan ciri sekunder dikromatisme.

Ciri sekunder dimorfisme adalah ciri sekunder berdasarkan morfologi seperti gerigi pada sirip, perbandingan ukuran tubuh, nonong dll.

Ciri sekunder dikromatisme adalah ciri sekunder yang berdasarkan pada corak atau warna ikan misalnya warna ikan jantan yang berwarna warni sedangkan ikan betinanya berwarna kusam.

Prektikum ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui dan mengenalkan cara membedakan jenis kelamin ikan Jantan dengan ikan betina melalui ciri primer dan ciri sekunder.

Metodelogi

Praktikum dilakukan pada hari Kamis tanggal 6 Septermber 2007 mulai pukul 15.00 WIB bertempat di Laboratorium Genetika Ikan Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Untuk memedakan jenis kelamin ikan pada praktikum ini tidak digunakan alat khusus tetapi dengan cara melakukan pengamatan langsung kepada ikan preparat.

ikan ikan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain Adalah Ikan Lele, Ikan Mas, Ikan Gurame, Ikan Guppy, Ikan Sumatra, Ikan Mas Koki, Ikan Discus, Ikan Manvis,Ikan Cupang, Ikan Lobster Air Tawar, Kepiting, Kura – kura dan ditambahkan dengan lima jenis ikan sebagai tugas tambahan yaitu Kerapu Macan, Abalone, Zebra, Neon Tetra, Plati Pedang.

Metode Kerja

Metode Pengamatan langsung dilakukan untuk membedakan Jenis Kelamin ikan melalui ciri Primer dan ciri sekundernya. Ciri primer adalah ciri yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi, contoh organ ini adalah gonad dan salurannya tetapi karena tidak mengadakan pembedahan ikan maka pengamatan hanya sebatas kepada saluran terluar ikan misalnya lubang urogenital. Ciri sekunder adalah ciri yang tidak berhubungan langsung dengan proses reproduksi seperti morfologi ikan, corak warna dan perilaku ikan.

Terknis pelaksanaan adalah praktikan dibagi menjadi lima kelompok dan ada empat pos yang harus dikunjungi. Pos itu adalah pos I(Lab. Genetik), pos II(PBI), pos III(Bazar ikan), Lab IV(Teaching farm). Setiap pos terdapat ikan yang harus diamati ciri kelamin primer dan sekunder yang membedakan jenis kelamin ikan. Pos pertama menjelaskan mengenai ikan gurame, cupang kura kura dan rajungan. Pos II menjelaskan tentang Ikan Lele, Ikan nila, dan Ikan Mas. Pada pos II menjelaskan tentang ikan Guppy, Ikan sumatra dan Lobster Air Tawar. Pada pos IV dijelaskan tentang ikan Mas Koki, Ikan Manvis dan Ikan Diskus.

Hasil dan Pembahasan

1. Ikan Nila (Orechromis niloticus)

Gambar 1. Ikan Nila (Orechromis niloticus)

morfologi dan sejarah ikan

Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari Sungal Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Sedangkan di wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat hidup baik Ikan nila disukai oleh berbagai bangsa karena dagingnya enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah. Bibit ikan didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969.

Gambar 2. Ikan Jantan

Gambar 3. Ikan Betina

2. Ikan Lele (Clarias batracus)

Gambar 4. Ikan Lele

morfologi dan sejarah ikan

Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki "kumis" yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Lele dewasa bisa mencapai ukuran 4kg.

Gambar 5. Ikan Jantan

Ikan lele jantan lebih langsing dibanding ikan lelle betina. Ikan lele jantan memiliki 2 lubang di bawah perutnya

Gambar 6. Ikan Betina

Lele betina memiliki perut yang buncit. Memiliki 3 lubang dibawah perutnya.

3. Ikan Mas (Cyprinus carpio)

Gambar 7. Ikan

morfologi dan sejarah ikan

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.

Gambar 8. Ikan Jantan

Ikan mas Jantan Memiliki 2 lubang dibawah perutnya

Gambar 9. Ikan Betina

Ikan Betina memiliki 3 lubang dibawah perutnya

4. Ikan Gurame (Osphronemus gouramy)

Gambar 10. Ikan Gurame

morfologi dan sejarah ikan

ikan ini awalnya berasal dari wilayah india selatan. Bersifat omnivora kearah herbifora. Memiliki bentuk tubuh Oval pipih dengan tingkah laku tenang. bobot bisa mencapai 4Kg dengan panjang 40cm.

Gambar 11. Ikan Jantan

Ikan jantan memiliki corak hitam di balik sirip pectoralnya.

Gambar 12. Ikan Betina

Ikan betina memiliki corak putih di balik sirip pectoralnya

5. Ikan Guppy (Poecilia reticulata)

Gambar 14 . Ikan Guppy

morfologi dan sejarah ikan

Guppy berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brazil, dan Asia Tenggara. Betina Guppy memiliki warna yang pucat sedangkan Jantan Guppyberbentuk kecil dengan ekor yang berwarna indah dan ukuran jantan relatif kecil dibanding dengan betina. Panjang maksimal yang bisa dicapai guppy berkisar 6-7 cm. Guppy betina memiliki kantung yang berguna untuk menampung sperma. Termasuk ikan livebleeder (keturunan keluar dari induk dalam bentuk larva).

Gambar 15. Ikan Jantan

Guppy Jantan Memiliki sirip caudal yang lebar berwarna menarik seperti merah, kuning, hijau, dan lain – lain. Ukuran badan ikan yang lebih kecil.

Gambar 16 Ikan Betina

Ikan Guppy betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding ikan jantan. Warna ikan guppy betina kusam dan tidak menarik.

6. Ikan Sumatra (Puntius tetrazona)

Gambar 17. Ikan Sumatra

morfologi dan sejarah ikan

ikan ini berukuran sekitar 4 cm. bentuk tubuhnya pipih dan ada motif garis garis vertikal di tubuhnya. Termasuk ikan omnivora. Biasa ditemukan dalam gerombolan ikan sejenis.

Gambar 18. Ikan Jantan

Bibir ikan jantan Memiliki warna Merah atau orange

Gambar 19. Ikan Betina

Bibir Ikan Betina warnanya seperti tubuh ikan.



7. Ikan mas Koki (Carrasius auratus)

Gambar 20. Ikan Mas Koki

Ikan ini berasal dari Cina. Ikan ini sudah digunakan sebgai ikan hias sejak abat ke 7. Ikan ini bersifat omnivora. Varietas ikan mas koki berkembang menjadi sangat banyak persilangan berbagai warna dan bentuk badan. Maskoki dikelompokanmenjadi dua yaitu yag memiliki dua sirip ekor dan satu sirip ekor. Ikan bersirip ekor dua masih bisa dibagi lagi menjadi ikan yang memiliki sirip punggung atau yang tidak memiliki sirip punggung.

Gambar 21. Ikan Jantan

Sirip dada jantan memiliki gerigi gerigi seperti gambar diatas dan badan yang lebih langsing

Gambar 22. Ikan Betina

ikan betina meiliki sirip dada yang halus seperti gambar diatas dan badan yang lebih gemuk

8. Ikan Diskus (Symphysodon diskus)

Gambar 23. Ikan Diskus

Morfologi dan Sejarah ikan

Ikan ini Berasal dari daerah Rio Negro di sungai Amazone Brasil. Berbentuk bulat seperti cakram dan bersifat tenang. saat ini ada berbagai varietas diskus dipasaran seperti marlboro, Red pigeon, Brown Diskus dan cobalt.

Gambar 24. Ikan Jantan

Kepala ikan Diskus jantan lebih membulat dibanding Ikan diskus Betina

Gambar 25. Ikan Betina

Kepala ikan betina berbentuk datar dan tidak membulat seperti pada induk jantan

9. Ikan Maanvis (Pterophyllum scalare)

Gambar 26. Ikan Maanvis

morfologi dan sejarah ikan

berasal dari daerah Rio Negro di daerah Perairan tenang sungai Amazon nama dagang internasional untuk ikan ini adalah angel fish. Ikan ini bersifat ombifora. Ikan ini berbentuk seperti anak panah dan sifatnya tenang. saat ini ada berbapa strain ikan manvis diantaranya Black and White, Black Angel, Marble dan Albino

Gambar 27. Ikan Jantan

Bentuk badan Lebih langsing dan kepala berbentuk membulat serta gerigi pada sirip punggung lebih panjang dan kasar

Gambar 28. Ikan Betina

Bentuk badan lebih gemuk, kepala berbentuk datar serta sirip punggungnya pendek dan halus.

10. Ikan Cupang (Betta spelendens)

Gambar 29. Ikan Cupang

morfologi dan sejarah ikan

ikan ini berasal dari sumatra, jawa, singapura dan malaysia. Ikan ini bersifat karnivora dan bersifat sangat agresif terutama untuk yang jantan. Dipasaran ada dua jenis cupang yaitu cupang adu dan cupang hias. Cupang hias memiliki sirip yang panjang dan bersifat tenang sedangkan cupang adu memiliki sirip yang pendek dan sangat agresif. Cupang meilikiki berbagai jenis warna mulai dari biru tua, merah tua, albino, kehijauan dll.

Gambar 30. Ikan Jantan

Cupang jantan memiliki bentuk tubuh yang jauh lebih indah dibading betina. Cupang jantan memiliki warna tubuh yang lebih menarik, sirip yang lebih panjang dan tubuh yang lebih langsing.

Gambar 31. Ikan Betina

Cupang betina berwarna kusam, sirip yang pendek dan badan yang gemuk.

11. Ikan Lobster Air Tawar (Cherax quadrcarinatus)

Gambar 32. Lobster Air Tawar

morfologi dan sejarah ikan

Lobster air Tawar berasal dari australia. Termasuk dalam hewan tak bertulang belakang. LAT memiliki rangka pelindung tubuh (kerangka luar). Secara berkala kerangka ini harus diganti karena kerangka ini bersifat kaku dan tidak mengikuti pertumbuhan. LAT Redclaw berwarna biru menyala.

Gambar 33. Ikan Jantan

Pada kaki terakhir Lobster arit tawar terdapat tonjolan

Gambar 34. Ikan Betina

Pada kaki terakhir tidak terdapat tombolan dan pada kaki ke 3 terdapat lubang

12. Rajungan

Gambar . Ikan

morfologi dan sejarah ikan

Secara umum morfologi rajungan berbeda dengan kepiting bakau, di mana rajungan (Portunus pelagicus) memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping dengan capit yang lebih panjang dan memiliki berbagai warna yang menarik pada karapasnya. Duri akhir pada kedua sisi karapas relatif lebih panjang dan lebih runcing. Rajungan hanya hidup pada lingkungan air laut dan tidak dapat hidup pada kondisi tanpa air. Dengan melihat warna dari karapas dan jumlah duri pada karapasnya, maka dengan mudah dapat dibedakan dengan kepiting bakau.

Gambar 2. Ikan Jantan

Rajungan Jantan memiliki modifikasi caparas memanjang yang berfungsi saat memijah

Gambar 3. Ikan Betina

Rajungan betina Memiliki modifikasi caparas bagian bawah yang berfungsi membawa telur dan larva

13. Kura – kura

Gambar . Ikan

morfologi dan sejarah ikan

kura kura termasuk jenis reptil. Kura – kura bernafas dengan menggunakan paru paru. Termasuk hewan berdarah dingin. Memiliki cangkang yang melindungi tubuhnya.

Gambar 2. Ikan Jantan

Ekor dan kuku panjang, dasar cangkang berbentuk cekung

Gambar 3. Ikan Betina

Ekor dan kuku pendek, dasar cangkang berbentuk datar.

14. Kerapu macan (Cromileptes furcoguttatus)

Gambar . Ikan

morfologi dan sejarah ikan

Ikan kerapu bentuk tubuhnya agak rendah, moncong panjang memipih dan menajam, maxillarry lebar diluar mata, gigi pada bagian sisi dentary 3 atau 4 baris, terdapat bintik putih coklat pada kepala, badan dan sirip, bintik hitam pada bagian dorsal dan poterior. Habitat benih ikan kerapu macan adalah pantai yang banyak ditumbuhi algae jenis reticulata dan Gracilaria sp, setelah dewasa hidup di perairan yang lebih dalam dengan dasar terdiri dari pasar berlumpur. Ikan kerapu termasuk jenis karnivora dan cara makannya "mencaplok" satu persatu makan yang diberikan sebelum makanan sampai ke dasar. Pakan yang paling disukai kenis krustaceae (rebon, dogol dan krosok), selain itu jenis ikan-ikan (tembang, teri dan belanak).

15. Ikan abalone

Gambar . Ikan

morfologi dan sejarah ikan

Abalon merupakan kata serapan dari bahasa Spanyol dan dalam bahasa Inggris untuk sejenis kerang. Abalon berbentuk seperti kerang kerangan pada umumnya. Abalone biasa dimanfaatkan sebgai hidangan kelas atas di restoran berbintang

16. Ikan Zebra (Brachidanio rerio)

Gambar . Ikan Zebra

morfologi dan sejarah ikan

ikan ini berasal dari Myanmar, India dan Srilangka. Ukuran tubuh maksimal sekitar 5cm. meliki corak garis – garis horizontal putih perak dan biru di badan sampai ke sirip - siripnya. Ikan ini berbentuk pipih memanjang. Pada Jantan terdapat garis keemasan di sekitar duburPada bentina terdapat garis biru di sekitar dubur

17. Ikan neon Tetra (Hyphessobrycon innesi atau Paracheirodon innesi)

Gambar . Ikan

morfologi dan sejarah ikan

habitat asli ikan ini ada di sungai Amazon di daerah dekat perbatasan peru. Tergolong ikan omnivora. Warna tubuhnya sangat cantik dan bercahaya. Punggungnya hijau lembut dengan sirip biru terang di sepanjang tubuhnya. Perutnya putih dan antara pangkal ekor keatas berwarna merah menyala. Sirinya transparan, tidak berwarna. Ukuran tubuh maksimal hanya 3cm. Pada jantan terdapat garis Biru Lurus di badannya Pada betina terdapat garis biru bengkok di badannya

18. Ikan Plati Pedang (Xyphophorus maculatus)

Gambar . Ikan

morfologi dan sejarah ikan

Plati berasal dari daerah amerika selatan terutama meksiko dan honduras. Tergolong ikan omnifor dan ukuran tubuhnya bisa mencapai 12 CM. banyak dijumpai berbagai varietas plati di pasaran dengan warna merah, kuning atau putih.

Plati jantan lebih langsing dan siripnya lebih lebar. Sirip anal mengalami perubahan menjadi sempit seperti pedangPlati betina siripnya sempit dan lebih gemuk dari jantan. Sirip anal tidak berubah.

Kesimpulan

Jenis Kelamin pada ikan bisa dibedakan melalui ciri kelamin pimer maupun ciri kelamin sekunder. Ciri kelamin primer adalah ciri – ciri yang berhubungan langsung dengan reproduksi sedangkan cii kelamin sekunder adalah ciri yang tidak berhubungan langsung dengan reproduksi. Ciri ciri kelamin ini bersifat spesifik dalam arti pada setiap jenis ikan ciri – cirinya berbeda dan tidak bisa samakan.

Daftar pustaka

Barmudi, Iqbal. 2005. Efektifitas Armatase Inhibitor terhadap Sex Reversal Ikan Nila Merah Oreachromis sp dalam Suhu Media 330 C. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Barmudi, Iqbal. 2005. Efektifitas Aromatase Inhibitor Terhadap Indeks Sex Reversal Ikan Nila Merah Dalam Suhu Media 33ºC. Skripsi. DepartemenBudidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Lesmana, DS. Dermawan, Iwan. 2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Penerbar Swadaya : Jakarta

Google